Mengembalikan (recovery) data yang hilang.

Jangan buru-buru panik kalau data yang diperlukan hilang dari dalam harddisk atau flashdisk, mungkin karena tidak sengaja terhapus, dihapus virus atau yang lebih parah lagi harddisk/flashdisk crash karena listrik padam. Banyak aplikasi recovery tersedia yang bisa membantu kita untuk mengembalikan data-data penting tersebut.

Harddisk external WD Element 320GB penulis crash, isinya koleksi film HD dan (yang lebih penting) file WBFS, yaitu file image game konsol Wii. Harddisk tersebut masih bisa terdeteksi tetapi data-datanya tidak bisa ditampilkan dan komputer menjadi berat karena komputer menscan harddisk tersebut terus menerus. Keputusan berat diambil, penulis menghapus partisi di harddisk tersebut melalui Parted Magic, sebuah tool harddisk berbasis Linux. Setelah partisi dihapus, walaupun data masih hilang harddisk sudah bisa dibaca normal dan tidak memberatkan komputer. Saatnya recovery data, penulis mencoba memakai 2 aplikasi recovery terkenal.

1. Disk Digger

Aplikasi ini buatan Dmitry Brant, Founder dan Software Architect dari Defiant Technologies.  Program ini lebih mengutamakan pencarian  file dokumen dan multimedia, melakukan scan sektor-sektor dari media fisik harddisk.

Program ini memiliki kelebihan, fungsi preview yang mengizinkan kita untuk melihat file yang akan kita recovery. Fungsi ini sangat berguna karena kita bisa menentukan terlebih dahulu file yang hendak direcovery karena program ini mempunyai sistem penamaan yang unik, file yang ditemukan akan diberi nama sesuai dengan sektor dimana file tersebut ditemukan bukan sesuai nama file aslinya. Review hanya berfungsi untuk menampilkan file berjenis gambar dan dokumen.

Untuk versi terakhir, Disk Digger semakin banyak menambahkan jenis file yang bisa dicari, tidak seperti  pada versi awal, file dengan ektensi mkv belum disupport.  File hasil recovery bisa dijalankan dengan normal walaupun ukuran file tersebut cukup besar, 4.5 GB. Program ini dapat di download di situs resminya, dapat berjalan normal tanpa registrasi walau ada jeda 5 detik saat kita hendak menyimpan file hasil recovery.

2. Recovery My Files

Tidak puas dengan DiskDigger karena tidak mendukung pencarian file wbfs, penulis mencoba menggunakan Recovery My Files. Dengan kegunaan yang sama dengan DiskDigger, aplikasi ini menawarkan fungsi yang lebih, hasil pencarian file akan ditampilkan berdasarkan tanggal, jenis file dan folder.

Menampilkan nama file dan ekstensi pada hasil akhir pencarian sangat membantu kita untuk menentukan file mana yang akan kita ‘ambil’ kembali. File-file yang sudah terhapus secara manual (sengaja) akan tampil dengan nama lostfilexxxx. Fungsi preview juga tersedia dan hanya berfungsi untuk file jenis gambar, dokumen (tidak semua bisa ditampilkan).

Dengan tool ini, kita dapat mengambil kembali folder yang hilang sekaligus file-file yang ada di dalamnya, sangat membantu karena kita tidak perlu memilih file satu per satu. 

Untuk mendeteksi isi harddisk dengan ukuran 320 GB, tool ini menghabiskan waktu sekitar 4 jam dan sekitar 20 menit untuk men-save data sebesar 50 GB. Kecepatan sangat bergantung dengan kecepatan processor dan besar RAM komputer yang dipakai.

Dengan kelengkapan fungsi dan pengoperasian yang mudah dipahami, penulis sangat puas dengan aplikasi recovery ini.